Selasa, 23 Juni 2009

11 Jenis Manusia Didoa Malaikat

PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.

Ketika kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat. Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

"Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"

3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."

4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah:

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."

5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca Al-Fatihah.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

"Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."

6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.


Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."

7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.


Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

"Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. "Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?" Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.' "


8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"

9. Orang yang membelanjakan harta (infak).


Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...'"

10. Orang yang sedang makan sahur.


Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."

11. Orang yang sedang melawat orang sakit.


Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."

p/s: Semoga kita tergolong dalam golongan yang didoakan oleh malaikat.Insyaallah.

Islam Itu Penuh Kasih Sayang

"Hai manusia! sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).


Sebenarnya dalam Islam tidak mengenal Hari Kasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidaklah terbatas dengan waktu dan dimanapun berada, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam koridor-koridor agama Islam itu sendiri. Nabi Saw., bersabda : “Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (H.R. Bukhari). Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari” (HR. Muslim)

Disini jelas bahwa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antar sesama sebagai tanda kasih sayang yang mesti dihormati. Hal ini untuk menghindari berbagai keburukan serta dapat mengenal antar sesama untuk memperkuat dan menjaga tali persaudaraan. Dalam hadits Nabi saw.: “Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin). (HR. Muslim). Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda : “Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang”, jadi jelas bahwa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibarengi dengan niat-niat jelek. Rasa kasih sayang yang diniatkan karena Allah, bukan karena keuntungan dan kesenangan duniawi.


Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.

Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah” Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi). Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia. Rasulullah saw. bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Berkata Rasulullah, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” (H.R. Ath-Thabrani).

Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq ra. pernah berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil.
Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu.” Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir , saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya. Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya.
Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman : “Aku adalah Ar-Rahman. Telah Aku ciptakan Ar-Rahiim dan Aku petikkan baginya nama dari nama-Ku. Barangsiapa yang menghubungkannya niscaya Aku menghubunginya (dengan rahmat-Ku); dan barangsiapa memutuskannya niscaya Aku memutuskan hubungan-Ku dengannya; dan barangsiapa mengokohkannya niscaya Aku mengokohkan pula hubungan-Ku dengannya. Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku” (Hadits Qudsi, riwayat Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan Baihaqi)

Sabtu, 20 Juni 2009

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;

51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan;
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuaidengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fizikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita negatif yang berkaitan teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cubaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahawa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merosakkan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.





Kamis, 18 Juni 2009

Jilbab Dimata Cowok

jilbaber

Mau tahu pendapat para cowok tentang cewek yang berjilbab?
ada beberapa komentar nih :

Cewek jilbaban di mataku, adalah ibarat kue yang dibungkus rapih dan ditaruh di dalam etalase, sehingga kesannya ‘mahal’.
Laler yang suka bawa kotoran juga nggak bisa nempel.
Tapi kalo yang nggak jilbaban yach, sebaliknya; yang nggak beli juga bisa megang-megang!
Cuma biar jilbabnya jadi lebih berwibawa lagi, yang penting adalah sosok di dalamnya yang kudu bisa ngebawa nama baik ‘jilbab’ itu sendiri.
Karena jilbab kan simbol Islam, artinya kalo bungkusannya bagus tapi isinya nggak bagus yach sama aja bodong!
Ibarat kue di dalam etalase yang dibungkus rapi, tapi jadi basi!
Hii, jadi lebih ‘hina’ dibanding ama kue yang nggak dibungkus, kan?

- Boim Lebon, Penulis -

Jilbab yang benar, meneduhkan qalbu, pelindung diri, dan enak dilihat.

- Ahmad Risaldi, Marketing dan Promotion Manager -


Cewek berjilbab bagiku adalah seseorang atau beberapa orang yang memakai jilbab, hehehe.
Cewek berjilbab akan kelihatan lebih anggun jka dibandingkan dengan cewek yang tidak berjilbab.
Tetapi itu tergantung dari sudut pandang si cowok.
Alhamdulillah teman-temanku yang cewek, yang berjilbab, baek-baek semua.
Tapi sekarang zaman udah berubah, jilbab sering dipake untuk mode doang. Karena orang bilang, dengan jilbab cewek kelihatan cantik, makin banyak deh sekarang cewek-cewek ABG yang pake jilbab tanpa mau memahami apa sebenernya arti berjilbab.
Akhirnya yah seperti sekarang ini. Banyak juga cewek berjilbab tapi masih pacaran dengan pegang-pegangan, pake baju ketat, pake celana yang ketat.
Duh, sayang banget deh. Pahala kan jadi nanggung, ya gak sih?

- Ricky, Desainer grafis Rumah Desain Alisafam -


Mata ini risih jika ada wanita yang berpakaian “seadanya” atau hanya “mengubah” warna kulit. Namun jika yang ada di depan mata adalah wanita yang berpakaian “lengkap”, kadang tak kuasa untuk menatapya. Sesekali ingin juga memberitahu mereka, “Maaf Mbak, ada beberapa helai rambut yang keluar dari kerudung.” Atau begini, “Mbak, maaf lho ya, kerudungnya tipis tuh. Diganti yang lebih tebal atau pakai rangkap dong.” Juga yang ini, “Lho Mbak, kok nggak pake kaos kaki?”

- Alif, Mahasiswa Teknik Elektro UGM -


“Jilbab tak hanya menjadi hijab, namun berperan sebagai batas hasrat yang tersembunti dalam rahasia kecantikan wanita. Aku bersyukur telah jatuh cinta pada “bidadari” berjilbab sejak pandangan pertama.”

- Kurnia Effendi, Penulis -


Jilbab itu bisa indah, cantik, modis, bahkan tidak bertentangan dengan tren fesyen. Tapi jilbab juga lebih daripada sekadar etika berpakaian yang dianggap sesuai dengan ajaran agama.
Ketika seorang perempuan memutuskan untuk berjilbab, saya percaya, ia telah “memproklamirkan” semangat untuk lebih mendekatkan dirinya kepada hal-hal yang lebih bersifat transedental (Ilahiyah).
Karena itulah saya menghormati perempuan berjilbab, terlebih lagi mereka yang mampu terlebih dahulu “mengenakan jilbab” di hatinya.

- Rachmat H. Cahyono, Pengarang -


Saya merasa aman.
Mungkin kedengarannya lelaki sekalee, dan lumayan bodo (imannya cuman gelas setengah penuh).
Tapi mo gimana lagi? Itu yang dirasakan sih. Istri saya pergi-pulang naik kerata api Bogor-Jakarta. Kalau mikirin copet, desek-desekan (kemungkinan dijahili orang) dsb, bisa makan hati. Keputusannya untuk berjilbab setahun setelah menikah, membuat saya lega. Begitu juga soal pergaulan, hubungan dengan teman kantor, dsb. Dengan dia berjilbab saya jadi merasa aman. Maski tahu juga ga ada ceritanya jilbab bisa menangkal kalau istrinya mau selingkuh (jadi pathetic?).
Positifnya… rasa aman membuat hubungan jadi adem-ayem.
Bahasa “tinggi” bilang saling pengertian, de-el-el.
Saya ga pernah repot kalau istri terima sms, misalnya.
Ga pernah merasa, “wah… ada apa-apa, nih!” kalau istri ultah dapet hadiah dari teman kantor. Soalnya sudah tekor beliin mesin cuci elktroluks! Hehehe.
Meski “jaga-jaga” perlu.
Pokoknya : jilbab = aman.

- Sentaby, Dbaonk -


Jilbab adalah simbol dari wanita muslimah. Karena itu dia harus memahami makna dari simbol tersebut. Tidak hanya sebagai simbol semata, tetapi lebih dalam agar dia bisa semakin lekat dengan kemuslimahannya.
Jilbab adalah keindahan. Meskipun dia menutupi keindahan apa yang ada di dalamnya, tetapi sebenarnya jilbab lebih indah dari segala.
Jilbab adalah keteduhan, karena dia berhasil membuat lawan jenis mengurung prasangka dan khayal yang akhirnya membuat hati semakin teduh.
Jilbab adalah penutup. Maksudnya menutup segala aurat. Maka, pemakainya pu harus memahami dengan benar apa itu aurat agar jilbab bisa menutup dengan sempurna dan menghindari pemiliknya dari zalim.

- Irfan Hasuki, wartawan -


Wanita berjilbab :
- Yang pasti, akan terlihat lebih anggun dan terhormat dibandingkan dengan wanita yang berpakaian terbuka.
- Punya karakter sendiri.
- Pemberani, karena jika wanita sudah mengambil keputusan untuk memakai jilbab, otomatis dia berani menerima segala konsekuensinya.
- Berilmu, kaena mayoritas wanita berjilbab tahu betul hukumnya menutup aurat, makanya memakai jilbab (kecuali wanita berjilbab yang punya tujuan lain atau hanya ikut tren mode)
- Menyejukkan pandangan.
- Menentramkan hati.
- Dan masih banyak lagi

- Rahman, milis FP -


Tentang cewek berjilbab – jilbaber – komentarku bahwa mereka perempuan suci. Sebagaimana Ibunda Mariam yang mampumenjaga kesuciannya, demikian pula perempuan berjilbab seharusnya.
Sederhana saja alasannya : pakaian muslimah itu tak mudah dikenakan, karenanya tak sembarang muslimah mau memakainya dengan ikhlas dan semata karena ibadah demi menutup aurat.
Dari beberapa ayat Al Quran, jelas Allah telah mewajibkan muslimah untuk berjilbab antara lain, An Nur : 31 atau Al Hazab : 59.
Oleh sebab itu, saya mengkritik para jilbaber yang masih suka “cengingisan” dan apalagi berjalan berdua-dua dengan bukan mahramnya.

- Isbedy Stiawan ZS, penair – cerpenis -


Seperti pedang bagi samurai, begitulah jilbab sebagai jalan hidup bagi perempuan beriman.

- Soni Farid Maulana, penyair

Sumber :
Komentar-komentar ini diambil dari buku “Jilbab Pertamaku” karya Asma Nadia


let's go... kita buru2 pke jilbab yuk... :D

Jumat, 22 Mei 2009

Jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah jika aku jatuh cinta
Cintailah aku pada seseorang
Yang melabuhkan cintanya padaMu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta
Jaglah cintaku padanya
Agar tidak melebihi cintaku padaMu

Ya Allah jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
Yang hatinya tertaut padaMu
Agar tidak terjatuh aku dalam cinta yang semu

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling pada hatiMu

Ya Rabbul Azzah, jika aku rindu
Izinkanlah aku pada seseorang
Yang merindukan syahid dijalanMu

Ya Allah, jika aku rindu
Jagalah rinduku padanya
Agar tidak lalai aku
Merindukan SyurgaMu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasihMu
Jagalah kenikmatan itu
Melebihi kenikmatan bermunajat
Disepertiga malam terakhirMu

Ya Allah, jika aku jatuh cinta kepada kekasihMu
Janganlah biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
Dan rindu abadi hanya kepadaMu

Jumat, 15 Mei 2009

Cinta Bersemi Saat Aktivis (CBSA)

Kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong…eh, kok jadi lagu sih?

Jujur, sebagai manusia biasa n aktivis da’wah juga manusia..ga mungkin di sekertariat bikin partsi sendiri .trus di tulis di larang menyentuh..bila anda bukan muhrim....yang ada di depak....kalo terima vendor untuk nego..apa harus nunduk sementara vendornya gadis putih chinees..terus pakai rok tinggi banget...belahan dadanya V...mo gimana.....resign....

Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu. Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta. Cuma bedanya, mereka nggak show of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acara reality show Katakan Cinta atau Playboy Kabel. Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar ‘aneh’ dalam hal pengungkapan rasa cinta. Anti-pacaran en nggak phobi ama nikah dini. Catet ya! Juga ga Phobi sama cowok ganteng/ cewek cantik karena setiap yang indah patut di syukuri nah ini fungsinya menundukan pandangan..eit jangan nunduk mulu ntr kl ada pohon di depan gak liat lgi...

Nah, masalahnya, kita sering bertanya-tanya, gimana mungkin bisa terjalin rasa cinta di antara mereka kalo mereka sendiri anti-gaul bebas. Bukankah gaul bebas itu terbukti menjadi media subur untuk memupuk rasa cinta kepada lawan jenis? Eit, jangan salah. Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga mengharuskan mereka berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kudu ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh!

Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva’ alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi. Rapat bulanan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepanitiaan acara. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan. Walau mungkin rapat bisa aja pake fasilitas teleconference. Tapi itu pasti bakal menyedot banyak biaya. Bisa-bisa acaranya nggak jadi digelar gara-gara nggak ada biaya. Berabe kan? Atau kayak zadul saat SMA di balik hijab mushola yang lebar banget....karena si akhwat ngomongnya pelan...sang ikhwan ga tahan di buka dikit..dikit lama-lama di buka hanya duduknya di atur akhirnya pandang-pandangan,,,,heehehheeh

Nah, dari seringnya pertemuan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati mangsa yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum. Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati. Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau!

Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok’ ala seleb. Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah. Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified’ buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah.

Firman Allah Swt:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.” (QS an-Nûr [21]: 26)

MENGENDALIKAN RASA CINTA

nggak salah kalo cinta bisa mendera siapa aja. Termasuk para aktivis dakwah. Tapi tetep kita kudu waspada ama VMJ ini. Soalnya orang bisa berubah karena kasmaran. Yang pasti nggak berubah jadi Ksatria Baja Hitam. Tapi perubahan yang lambat laun nampak dalam diri kita. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

Di antaranya sebagai berikut: “Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”. Juga siapa yang nyangka kalo aktivis dakwah di tolak cinta bsa langsung ikhlas....sama men....stress juga...ga nafus makan..hilang gairah...nah fungsi halaqoh itulah menbangun kembali semangat hidup....

Nah, lho? Ternyata cinta bukan cuma Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki seperti kata Sheila On Tujuh. Tapi juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk aktivis dakwah. Kok bisa? Iya, karena cinta nggak cuma bisa mengubah pe-nampilan aja. Dia juga bisa membelokkan niat yang udah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi saat VMJ meradang. Ini yang kudu diwaspadai.

Tentu kita nggak pengen dong, aktivitas dakwah kita yang mulia jadi kacau-beliau gara-gara kita terpana pesona cinta. Makanya kita kudu pandai mengendalikan rasa itu. Seperti kata dokter, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk urusan cinta juga sama. Lebih baik kita mencegah aktivitas yang bikin VMJ meradang. Ada dua hal yang bisa kita jalanin sebagai langkah pencegahan (kayak 3M DBD aja neh!).

Pertama, dari dalam diri kita. Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta yang membabi buta. Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca al-Qur’an, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga doa kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yang qualified dunia-akhirat. Mau dong?

Kedua, dari luar diri kita. Ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor lingkungan gampang banget meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita kudu bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, memini-malisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis. Yang pusing kalo ketemu rekan di kantor...pusing.....kata peggy melati sukma...Walau itu untuk konsolidasi dakwah. Sorry, bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjaga izzah alias harga diri. Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para ‘macan’ (makhluk cantik) mau pun terhadap media ‘syerem’ yang bisa memacu adrenalin kita.

Kita kudu nyadar kalo seorang aktivis dakwah sering jadi panutan dan teladan bagi orang lain. Nggak cuma Allah yang mengawasi tiap omongan ama tingkah lakunya, tapi juga umat. Gimana jadinya kalo pas ngisi pengajian begitu bersemangat bilang pacaran itu haram. Tapi, pas doi lagi kasmaran, perilakunya nggak beda ama aktivis pacaran. Apalagi pake ngeles dengan istilah ‘pacaran islami’. Idiih…malu ama umat tuh! Firman Allah Swt: “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS ash-Shaf [61]: 3) eh bukan pacaran islami tapi ngeteken akhwat takut di samber ikhwan lain…. …….sama aja kalieeee

MENENTUKAN PRIORITAS

kalo kamu udah bisa atau minimal lagi belajar mengendalikan rasa cinta, sekarang kamu udah pantes buat belajar menentukan prioritas. Karena untuk urusan ekspresi cinta, Islam cuma mengatur dua tahap. Khitbah dan nikah. Nggak ada lagi. Masalahnya, kadang para aktivis dakwah yang mayori-tas pelajar terbentur dengan banyak hal sampe kerepotan memilih satu di antara dua pilihan itu. Kalo pun ada yang berani, lebih didominasi faktor emosi. Bisa jadi was-was sang target ‘disamber’ duluan ama yang laen (Emangnya bis kota maen serobot?)

Kalo mau khitbah dulu, kecil kemungkinan bisa bertahan sampe kamu lulus sekolah atau kuliah terus dapet kerja. Bawaannya pasti pengen segera ijab qabul. Padahal, segala kebutuhan keuangan masih disubsidi penuh ama ortu. Bakal berabe ke depannya. Perhatian kamu bakal terpecah. Antara beresin kuliah atau matengin rencana nikah. Bisa-bisa nggak optimal dua-duanya. Padahal kehidupan rumah tangga bakal menuntut suami untuk mencari nafkah materi. Nggak cuma bermodalkan cinta. Sementara ijazah pendidikan pun adakalanya punya peranan bagi sang suami demi mem-peroleh nafkah.

Nah, kalo udah gini bagusnya kita pusatkan perhatian pada aktivitas tholabul ‘ilmi yang lagi digeluti. Biar masa depan juga terbingkai dengan rapi. Tapi, bukan berarti kita ngelarang kamu mikirin soal nikah lho. Nggak. Silakan aja kalo kamu mau mulai mempelajari soal pernikahan lebih dalam. Karena terpancing ama senior yang bilang nikah itu nikmat, indah dan ibadah, misalnya. Tapi kamu kudu siap hadapi risiko yang bakal menyedot perhatian kamu. Berani ambil risiko? Pikirkan dengan mateng!

Oke deh Kita percaya kamu-kamu bisa mengambil pilihan dengan bijak. Jangan sampe CBSA bikin aktivitas dakwah kamu kendor. Catet, sekali lagi kita ngingetin, dakwah itu untuk mendapat ridho Ilahi. Bukan karena orang yang dikasihi. Dan jangan takut keduluan,orang lain ga usah ngetekin atau ngincerin..... karena jodoh masing-masing nggak akan kelayapan. Oke? Tetap semangat!

Kamis, 14 Mei 2009

Problematika Aktivitas Dakwah Sekolah dan Solusinya


Hambatan / Permasalahan Solusi
1 Sulitnya mengajak objek dakwah untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan dakwah.

Melakukan berbagai pendekatan pribadi dan pendekatan akademik agar lebih efektif.

2 Kegiatan-kegiatan dakwah Rohis kurang mendapatkan dukungan dari pihak manajemen sekolah atau guru.

Mengikutsertakan guru dalam berbagai kegiatan, membuka wadah dialog untuk meraih simpati guru.

3 Sarana dan prasarana untuk kegiatan rohis terlalu minim, sehingga menyebabkan kegiatan tidak lancar.

Mencari sponsor khusus untuk pendanaan dan melakukan pendekatan dengan pihak sekolah.

4 Acara & kegiatan Rohis cenderung monoton, menjemukan, dan terkesan formal.

Mengatur berbagai produk dakwah di luar rutinitas harian dengan lebih fleksibel, nanum ttp dlm batas syar'i.

5 Anak Rohis SMU selama ini terkenal dengan sifatnya yang cenderung ekslusif dan lebih tertutup.

Melakukan pendekatan psikologis kpd objek dakwah, terapkan kefleksibelan dalam batasan-batasan tertentu.

6 Pemahaman dasar aqidah Islam anak Rohis SMU masih minim dan sangat terbatas.

Peningkatan pembinaan setiap kader secara berkelanjutan dan terarah. mis : kajian, halaqah, dll

7 Terdapat kesenjangan antara pengurus (teras) dan anggota rohis, sehingga ukhuwah terasa kaku dan monoton.

Silaturahmi sesama anggota&pengurus dgn membentuk komunikasi 2 arah yang baik dan teratur.

8 Pembagian waktu (scheduling) untuk berbagai kegiatan Rohis sulit dilakukan.

Bahas dgn seluruh anggota, gunakan skala prioritas, sesuaikan dengan kemampuan dan sikon.

9 Persepsi yang salah tentang konsep kerja dan rohis, sehingga melahirkan budaya single fighter (bekerja sendirian).

Memberikan pemahaman kepada seluruh anggota ttg urgensi amal jama'i, perdalam arti visi dan misi dakwah.

10 Regenerasi terhadap kader penerus sangat minim dan tdk berimbang dengan kuantitas program.

Targetkan pola kaderisasi secara matang, fokuskan ke penerimaan anggota dan pemberdayaannya.

(ibid)